Diriwayatkan dari Umar r.a., yang mengatakan: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “ sekiranya kalian bertawakal kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan memberikan rizki kepada kalian seperti burung yang keluar di pagi hari dengan perut kosong (lapar), tetapi kembali sore hari dengan perut penuh (kenyang).”
Hikmah
Nilai-Nilai Ekonomi Dalam Islam: Tolong-menolong (Ta’awun)
Rasulullah Saw, pernah bersabda: "Mukmin yang satu dengan yang lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling memperkuat antara sebagian dengan sebagian yang lainnya. (Rasulullah SAW sambil memasukkan jari-jari tangan ke sela jari jari lainnya) (HR. Muttafaqun 'alaih)
"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam (menjalin) cinta dan kasih sayang di antara mereka bagaikan tubuh yang satu, apabila ada anggota (tubuh) yang merasa sakit, maka seluruh anggota yang lainnya merasa demam dan tidak bisa tidur." (HR. Muslim)Sabar dalam Mengembangkan Ekonomi Syariah
Sesungguhnya ekonomi Islam atau ekonomi syariah bukanlah sesuatu yang baru. Dasar dari ekonomi syariah adalah Al-Qur’an dan Sabda Rasulullah Saw. Kita ketahui bahwa Al-Qur’an turun ke muka bumi ini 14 abad yang lalu, sejalan dengan masa hidupnya dan diangkatnya Muhammad Saw sebagai Rasulullah terakhir, penutup para Nabi.
Seiring waktu berjalan, ekonomi syariah saat ini menjadi sesuatu yang baru bagi umat Islam itu sendiri. Masih terasa aneh bagi mereka yang mendengarnya. Banyak pula dari umat Islam sendiri justru mempertanyakan konsep ekonomi syariah yang kini sedang tumbuh berkembang di Indonesia dengan pesatnya. Ada pula yang menuding bahwa ekonomi syariah tidak jauh berbeda atau mirip dengan ekonomi konvensional yang berbasiskan ribawi. Meskipun jika ditanya kenapa berpendapat seperti itu, banyak pula yang menjawab karena mendengar dari sanak familinya atau sahabatnya. Intinya sebenarnya mereka banyak yang tidak tahu dengan pasti apa sebenarnya sistem ekonomi syariah itu sendiri.Umar bin Abdul Aziz dan Lilin Negara
Siapa yang tak kenal Umar bin Abdul Aziz. Sosok pemimpin adil, arif, lagi berilmu. Banyak kisah teladan yang beliau tinggalkan untuk para peniti kebenaran. Inilah kisah ringkasnya.
Suatu hari datanglah seorang utusan dari salah satu daerah kepada beliau. Utusan itu sampai di depan pintu Umar bin Abdul Aziz dalam keadaan malam menjelang. Setelah mengetuk pintu seorang penjaga menyambutnya. Utusan itu pun mengatakan? Beritahu Amirul Mukminin bahwa yang datang adalah utusan gubernurnya.? Penjaga itu masuk untuk memberitahu Umar yang hampir saja berangkat tidur. Umar pun duduk dan berkata? Ijinkan dia masuk.?Page 1 of 18
Hikmah






