Surabaya, (15/03). Pengajuan pembiayaan dana bergulir Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah) BMT sebesar Rp 30 miliyar, melalui program Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB) akhirnya disetujui oleh pemerintah tanpa pengurangan apapun.
Keuangan Mikro
Ketua DPR : ”BMT Bukan Sekedar Kumpulan Dana”
Surabaya (14/3) Ketua DPR–RI, Marzuki Ali menegaskan agar BMT bukan hanya mampu mengumpulkan uang saja tapi kalau bisa BMT mampu menciptakan para wirausaha. Maka dari itu kesempatan banyak didirikannya BMT harus disambut dengan banyaknya pelatihan-pelatihan kewirausahaan.
Absindo Meminta Pemerintah Mempertimbangkan Apex Syariah
Surabaya (14/3) Ketua Umum Asosiasi Baitulmaal Waa Tanwil se Indonesia (Absindo), Aries Muftie, berharap pada pemerintah untuk memanfaatkan lembaga yang ada dalam pengembangan lembaga keuangan mikro. Hal ini terkait dengan Absindo dan Inkopsyah BMT yang telah mendirikan Apex Syariah sebagai jangkar bagi pengembangan lembaga keuangan mikro syariah (LKMS).
Kinerja Inkopsyah BMT Melejit Seperti Meteor
Surabaya (13/3) Semenjak didirikan tahun 1998 Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah) BMT pertumbuhannya terus melejit bak meteor, hal ini terungkap dalam laporan kinerja 2009 Rapat Anggota Tahunan (RAT) Inkopsyah BMT yang berlangsung di Hotel Utami Surabaya – Jawa Timur, Jumat (12/3), yang menyebutkan untuk aset inkopsyah mengalami perubahan Rp 22.342 miliyar ditahun 2008 menjadi 43. 339 miliyar ditahun 2009. Sementara jumlah non performing loan (NPL) hanya mencapai 2%. Dengan demikian untuk tahun 2009 ada kenaikan Sisa Hasil Usaha (SHU) dari Rp 455 juta menjadi Rp 985 juta.
Pemerintah Meyakini BMT Sebagai Kekuatan Ekonomi
Surabaya (12/3) Munculnya lembaga keuangan mikro berbasis syariah dalam bentuk Baitul Maal waa Tanwil (BMT) yang tersebar di Indonesia, diyakini oleh pemerintah memiliki peranan penting dalam mengembangkan ekonomi dan sektor riil yang ada di masyarakat. Hal ini tak lepas dari peran pelaku BMT yang memiliki loyalitas kepada para anggotanya.
Page 1 of 10








