Monday, Mar 22nd

Last update:11:34:20 PM GMT

RSS
You are here: Bisnis Perbankan Syariah

Perbankan Syariah

Laba Bersih BSB Naik 110,77 Persen

E-mail Print PDF

Jakarta, (15/03). Pelan tapi pasti—itulah perkembangan bisnis yang terjadi pada Bank Bukopin Syariah (BSB), dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, Selasa (12/3) mempublikasikan jika laba bersih BSB saat ini naik 110,77 Persen.

 


Dihadapan para komisaris BSB yang terdiri dari Hajriyanto Y. Thohari dan Bambang Setiaji, Direktur Utama BSB Riyanto mengatakan ditengah keterpurukan financial keuangan global dan kawasan, namun industri perbankan syariah masih sanggup bertahan.  Efek krisis yang dirasakan bank syariah lebih kecil daripada yang dirasakan bank konvesional,  karena sebagian besar pendanaan perbankan syariah dalam bentuk mudharabah atau bagi hasil, yang bisa meredam efek psikologis naiknya suku bunga.

 

”Dalam kondisi tersebut, BSB berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp 831 juta. Jumlah tersebut meningkat sebesar 110,77% dari sebelumnya tahun 2008 rugi sebesar Rp 7,71 miliar. Peningkatan tersebut disebabkan karena adanya peningkatan pendapatan operasional sebesar Rp 109,89 miliyar dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp 21,53 miliyar,”tutur Riyanto.

Sementara itu, dari sisi neraca, tambah Riyanto total aset tahun 2009 meningkat sangat signifikan sebesar 225,86% atau sebesar Rp 1,37 triliun dari sebelumnya tahun 2008 sebesar Rp606,05 miliyar menjadi Rp 1,975 triliun. Peningkatan tersebut disebabkan karena adanya spin off sebesar Rp 1,01 triliun dan pengembangan usaha setelah spin off sebesar Rp 278,72 miliyar.

Sedangkan Dana pihak ketiga pada tahun 2009 meningkat sangat signifikan sebesar 553,3% atau Rp 1,08 triliun dari sebelumnya tahun 2008 sebesar Rp194,68 miliyar menjadi Rp 1,27 triliun. Peningkatan tersebut disebabkan spin off sebesar Rp 721,92 miliar dan pengembangan usaha sebesar Rp 358,08 miliar.

Dari perkembangan DPK tersebut juga dibarengi dengan kenaikan pemibiayaan di tahun 2009 yang meningkat sangat signifikan sebesar 673,7% , atau sebesar Rp 1,11 triliun dari sebelumnya tahun 2008 sebesar Rp 165,39 miliar menjadi Rp 1,28 triliun. “Ekspansi pembiayaan di tahun 2009 mencerminkan bahwa dalam kondisi krisis global yang terjadi, kami tetap berkomitmen untuk menjalankan fungsi intermediasi secara konsisten namun selektif ,” ujar Riyanto. (Agus Y www.pkesinteraktif.com)

Last Updated on Monday, 15 March 2010 13:16

BSM Jalin Kerjasama dengan AXA Mandiri

E-mail Print PDF

Jakarta, (11/03). Semakin diminatinya produk bancassurance oleh masyarakat Indonesia, tidak terkecuali produk bancassurance yang berbasis syariah, mendorong Bank Syariah Mandiri memberikan layanan produk perbankan syariah yang berbasis asuransit tersebut. Kali ini BSM menggandeng PT AXA Mandiri untuk produk Mandiri Rencana Sejahtera Syariah (MRSS). BSM dan PT AXA Mandiri menandatangani perjanjian kerja sama tentang Pemasaran Produk Bancassurance kemarin, Rabu (10/03/2010).

Last Updated on Thursday, 11 March 2010 11:03 Read more...

Single Present Policy 2010 Ditunda

E-mail Print PDF

senin, (08/03). Kebijakan kepemilikan tunggal atau Single Present Policy (SPP) yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) untuk meningkatkan daya saing perbankan nasional dalam mengelola bisnis di tahun ini untuk sementara masih tertunda hal ini terkait dengan respon dari DPR yang hingga kini belum kata persetujuan dan masih dalam pembahasan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Deputi Menteri BUMN Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan, Parikesit Suprapto saat berbicara dengan KBES di Jakarta.

Kebijakan SPP seharusnya menurut pemerintah harus bisa dilaksanakan di tahun ini hal ini untuk mengatur sistem investasi dan kepemilikkan para investor di perbankan. “Aturan itu sangat penting untuk membentengi sistem perbankan di Indonesia khususnya di BUMN,”ujar Parikesit.

Untuk bank swasta imbuh Parikesit sudah berjalan dan  ditindaklanjuti oleh pemegang saham mayoritas bank swasta dengan melakukan merger pada bank yang mereka kelola. Seperti yang dilakukan oleh Bank Niaga dengan Bank Lippo yang saham mayoritasnya dipegang oleh Khazanah Berhard atau juga rencana merger bank Danamon dan Bank BII.

Sementara untuk perbankan BUMN SPP dibuat untuk mempercepat konsolidasi perbankan dimana BI mewajibkan satu stakeholder/shareholder hanya memiliki satu bank. Kebijakan SPP ini oleh BI selalu disampaikan Deputi Gubernur BI Siti Ch Fadjrijah untuk  mendorong perbankan nasional lebih kompetitif dalam menghadapi persaingan pasar bebas.

“Kebijakan ini sangat bagus bagi perkembangan moneter kita,”ujar Parikesit. (Agus Y www.pkesinteraktif.com)

Bank Victoria Syariah Orientasikan Bisnis Retail UKM

E-mail Print PDF

Jakarta, (05/03). Setelah mengantongi izin dari Bank Indonesia (BI) untuk beroperasi pada tanggal 1 April 2010, Bank Victoria Syariah akan berorientasi pada pengembangan bisnis retail di Usaha Kecil dan Menengah. Hal ini didasari dengan peluang dan pengembangan perbankan syariah kedepan dalam mengembangkan bisnis di Indonesia. 

Last Updated on Saturday, 06 March 2010 06:45 Read more...

BMI Bank Syariah Terbaik Indonesia

E-mail Print PDF

Jakarta, (04/03). Bank Muamalat kembali mendapat predikat sebagai Bank Syariah Terbaik di Indonesia. Penghargaan Kali ini diberikan Islamic Finance News (IFN) kemarin, (Rabu, 03/03/2010), bertempat  di Mandarin Oriental, Kuala Lumpur, Malaysia.

Last Updated on Thursday, 04 March 2010 15:39 Read more...

Page 1 of 17

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »